Pondok Pesantren Falakiyah UIN Mataram di Desa Langko Resmi Dibuka Dekan Fakultas Syariah

Pondok Pesantren Falakiyah UIN Mataram di Desa Langko Resmi Dibuka Dekan Fakultas Syariah Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, Program studi Ilmu Falak dan Astronomi Islam (Ifastro) yang notabenenya prodi baru di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram akan mengadakan kegiatan Pondok Pesantren Falakiyah. Terobosan baru yang tidak semua prodi di UIN Mataram dapat melakukannya. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren At-Toha desa Langko, kecamatan Lingsar, Lombok Barat itu mendatangkan dua pakar Falak dari UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, yaitu Ahmad Fadhali, M.SI dan Muhammad Rifa Jamaluddin, M.SI. Kegiatan yang dibuka pada Ahad Pagi, 29 Oktober itu dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Mataram, Dr. H. Musawar, M.Ag, yang mana beliau juga yang membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Muhammad Harfin Zuhdi, MA selaku Ketua Prodi Ifastro, sosok dibalik terobosan yang tidak biasa itu, Wakil Dekan III fakultas syariah, Dr. Riduan Mas'ud, beberapa dosen tetap Ifastro, pimpinan pondok pesantren At-Toha desa Langko, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Sekretaris desa Langko, dan anggota DPRD kabupaten Lombok Barat dan tentunya seluruh mahasiswa/i prodi Ifastro UIN Mataram dan santriwan/wati ponpes At-Toha. Dalam laporannya, Ma'shum Ahmad, MH mengatakan bahwa kegiatan pondok pesantren falakiyah ini akan berlangsung selama satu minggu penuh dan pada hari terakhir kegiatan tersebut, nantinya akan diagendakan kalibrasi qiblat masjid dan mushalla sedesa Langko. “Tidak hanya masjid dan mushalla yang akan kita kalibrasi, tetapi juga pekuburan, lanjut Lebih lanjut, Kaprodi Ifastro menyatakan, di awal tahun 2018 nanti prodi Ifastro UIN Mataram akan memiliki observatorium falakiyah, yang pembangunannya akan selesai akhir tahun ini. “Observatorium Falakiyah UIN Mataram diberi nama al-Afak yang merupakan jamak dari kata ufuk dan merupakan Observatorium ke-9 yang berada di Indonesia,” jelas Muhammad Harfin Zuhdi, MA. Dalam sambutan terpisah, Wakil Dekan III, Fakultas Syariah, Dr. Riduan Mas'ud mendorong pemangku jabatan di prodi Ifastro untuk membangun sinergitas dengan pemerintah daerah. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa, UIN Mataram adalah satu-satunya perguruan tinggi di kawasan Nusa Tenggara yang membuka prodi Ilmu Falak. Lain lagi dengan Dekan Fakultas Syariah, dalam sambutannya, beliau menambahkan bahwa nantinya, tidak hanya masjid dan mushalla harus yang dikalibrasi arah kiblatnya, tetapi juga rumah-rumah masyarakat. “Sebab tidak semua orang shalatnya di masjid, terlebih kaum hawa. Maka perlu juga Ifastro menganggendakan pengukuran kiblat di masing-masing rumah masyarakat,” tantang Dr. H. Musawar, M.Ag dan langsung tokoh agama sekaligus anggota DPRD kabupaten Lombok Barat, TGH. Najamuddin menginginkan rumahnya pertama kali yang dikalibrasi arah kiblatnya. Dalam sambutannya itu juga, Bapak Musawar secara resmi membuka kegiatan yang mengusung tema, “Membaca Langit Dibaca Bumi itu” dan akan berakhir tanggal 04 November 2017. Author: LA, Mahasiswa Prodi Ifastro UIN Mataram.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Data Hisab Awal Ramadlan 1440 Hijriah pada Beberapa Titik Rukyat di Lombok

Reinterpretasi Hadits Hisab Rukyat sebagai Legitimasi Metode Hisab

Prediksi Kesamaan Awal Ramadlan 1440 Hijriah Antara Pemerintah dan Ormas Islam di Indonesia