Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Pondok Pesantren Falakiyah UIN Mataram di Desa Langko Resmi Dibuka Dekan Fakultas Syariah

Gambar
Pondok Pesantren Falakiyah UIN Mataram di Desa Langko Resmi Dibuka Dekan Fakultas Syariah Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, Program studi Ilmu Falak dan Astronomi Islam (Ifastro) yang notabenenya prodi baru di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram akan mengadakan kegiatan Pondok Pesantren Falakiyah. Terobosan baru yang tidak semua prodi di UIN Mataram dapat melakukannya. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren At-Toha desa Langko, kecamatan Lingsar, Lombok Barat itu mendatangkan dua pakar Falak dari UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, yaitu Ahmad Fadhali, M.SI dan Muhammad Rifa Jamaluddin, M.SI. Kegiatan yang dibuka pada Ahad Pagi, 29 Oktober itu dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Mataram, Dr. H. Musawar, M.Ag, yang mana beliau juga yang membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Muhammad Harfin Zuhdi, MA selaku Ketua Prodi Ifastro, sosok dibalik terobosan yang tidak biasa itu, Wakil Dekan III fakultas syariah, Dr. Riduan Mas'ud, beberapa do...

Rukyatul Hilal Awal Bulan Shafar 1439 Hijriyah Mahasiswa UIN Mataram

Gambar
Jum'at, 20 Oktober 2017 menjadi awal rutinitas bulanan mahasiswa Ilmu Falak dan Astronomi (Ifastro) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dalam hal rukyatul hilal awal bulan qomariyah. Kegiatan ini diinisiasi oleh semua pihak, baik dari pemangku jabatan di jurusan, juga mahasiswa/i Ifastro UIN Mataram sendiri. Pengamatan hilal dalam rangka rukyat awal Shafar diadakan di pantai Loang Baloq, kelurahan Tanjung Karang, Mataram. Pantai ini dipilih karena memang di sana matahari terbenam. Dalam kegiatan tersebut, hadir ketua jurusan, Muhammad Harfin Zuhdi, MA, PLT sekretaris jurusan, Hj. Ani Wafiroh, M.Ag dan Ma'shum Ahmad, MH, beberapa dosen Falak, di antaranya Ahmad Saiful Haq al Muhtadi, M.SI, Ustadz Bemi, dan Muhammad Awaluddin, M.SI, serta seluruh mahasiswa/i Ifastro UIN Mataram. Saat pengamatan berlangsung, hilal tidak dapat terlihat. Selain karena alat yang kurang memadai, hal ini juga disebabkan tebalnya awan yang menutupi matahari ketika akan ijtimak. Berdasarkan laporan ...